Agustus 18, 2024 Oleh admin-digital 0

Cerdas Menatap Masa Depan

WAHAI ANAKKU, sejak kamu diamanahkan Allah kepada kami, kamu sudah kami fahami sebagai anak manusia. Kami faham bahwa yang kamu bawa dari lahir adalah fitrah yang menurut pemahaman kami adalah potensi-potensi sumberdaya manusia. Paling tidak sebagai calon manusia, ketika bayi kamu sudah membawa lima sumber daya, yaitu daya nabatiyah (RQ-Refective Quotient), daya hayawaniyah (LQ-Libido Quotient), daya basyariyah (IQ-Intelligence Quotient), daya nafsiyah (EQ-Emmotional Quotient) dan daya ruhaniyah (SQ-Spiritual Quotient). Dengan daya-daya yang kamu miliki itulah kami memahami hidupmu bukan sekedar hidup secara biologis, yaitu proses dari lahir sampai sampai mati kemudian selesai. Bagi kamu, sebagai manusia masih adalagi kehidupan yang lebih bernilai dan abadi yaitu hidup di alam kubur dan alam akhirat.

Jika pandangan hidupmu sudah benar dan sempurna seperti di atas maka kamu harus menggunakan hidup yang hanya sekali ini untuk meraih kesuksesan masa depan. Allah ﷻ mengingatkan kita dalam firman-Nya,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman bretaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk masa depanmu dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr [59] :18)

Kami memahami masa depan manusia ada dua, yaitu masa depan dunia dan masa depan akherat, masa depan sebelum mati dan masa depan sesudah mati, masa depan pra-kematian dan masa depan pasca-kematian. Kenapa ini perlu kami sampaikan kembali kepadamu, karena kelalaian dan kebodohannya, banyak manusia jika diajak berbicara tentang masa depan yang terbayang dibenaknya hanyalah masa depan sebelum mati, sedang masa depan sesudah mati tidak terpikirkan sama sekali. Oleh karena itu kami tidak menginginkan kamu masih sebodoh dan sepicik mereka.

      

Dalam pemahaman dan penghayatan kita, masa depan sebelum mati itu nilainya tidak sama dengan masa depan sesudah mati. Masa depan sesudah mati itu lebih baik, lebih abadi dan lebih pasti daripada masa depan sebelum mati. Masa depan sebelum mati dan masa depan sesudah mati itu memiliki sifat yang berbeda dan membutuhkan sikap yang berbeda pula. Masa depan sebelum mati itu bersifat mungkin dan masa depan sesudah mati itu bersifat pasti. Artinya, apapun yang belum terjadi di dunia ini, dari sekarang sampai mati adalah sekedar kemungkinan. Kamu rajin belajar belum tentu mendapat nilai yang baik. Anak sekolah belum tentu lulus, ingat temanmu yang dibunuh padahal baru awal-awal masuk sekolah. Mahasiswa menjadi sarjana hanyalah kemungkinan, karena bisa jadi di saat akan diwisuda mati kecelakaan. Pemuda yang pacaran belum tentu menikah dengan pacarnya bahkan yang menikah dengan pacarnya pun tidak ada jaminan akan tetap mesra dan setia setelah berumah tangga.

Read More

Miliki Ebook-nya sekarang! Klik Link Ebook